Sunday, September 8, 2013

Apa Saja Yang Ada Pada Kamar Mesin di Kapal



 Didi You Know???
Kamar Mesin (Engine Room), suatu ruangan khusus dikapal yang didalamnya dipasang mesin-mesin yang dibutuhkan untuk operasi kapal (menjalankan kapal/berlayar) serta muatannya (muat dan bongkar), termasuk untuk penunjang kehidupan awak kapal dan orang-orang lain diatas kapal.
  1. Ruang Kontrol Mesin (Engine Control Room), salah satu ruangan didalam kamar mesin dimana semua alat-alat kontrol mesin-mesin yang beroperasi dipasang, termasuk sistem kontrol energi listrik, agar pengawasan terhadap mesin-mesin lebih efektif dan efisien.
  2. Mesin Induk (Main Propulsion Engine), suatu instalasi mesin yang terdiri dari berbagai unit/sistem pendukung dan berfungsi untuk menghasilkan daya dorong terhadap kapal, sehingga kapal dapat berjalan maju atau mundur.

Saturday, September 7, 2013

COLREG's atau P2TL Aturan 1-3 (pembahasan/Rangkuman)

Setelah Pulikasi sebelumnya hanya berisi judul maka kali ini kami akan beri pembahasan untuk aturan 1-3 dari aturan ini.
selamat belajar,


Aturan 1

ØP2TL berlaku di :

-Laut bebas / lepas / internasional

-Perairan2 yg ada hubungannya dg laut bebas

-Dapat dilayari oleh kpl2

-Dimana negara yg memiliki wilayah tsb tdk mengatur lain

Sejarah Pembuatan Kapal

Pembuatan kapal adalah suatu proses pembuatan kapal. Biasanya pembuatan ini dilakukan di tempat khusus, misalnya di galangan kapal. Pembuat kapal merupakan pekerjaan yang sudah ada sebelum adanya tulisan.
Pembuatan dan perbaikan kapal, baik komersial dan militer, disebut sebagai "sektor naval".

Pembuatan kapal modern

Merancang kapal, juga disebut arsitektur naval, dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah basin model kapal. Pembuatan kapal modern menggunakan banyak bagian yang telah dibuat di pabrik.
Pembuatan kapal (yang termasuk galangan kapal, produsen peralatan kelautan, dan sejumlah besar penyedia jasa dan pengetahuan) adalah sebuah industri penting dan strategis di beberapa negara di seluruh dunia.
Secara sejarah, industri ini telah menderita dari ketiadaan aturan global dan sebuah kecenderungan investasi berlebihan (didukung pemerintah) yang dikarenakan galangan menawarkan banyak ragam teknologi, mempekerjakan banyak pekerja, dan menghasilkan pendapatan mata uang asing (karena pasar pembuatan kapal berdasarkan dolar dan merupakan bisnis global).
Pembuatan pesawat oleh karena itu merupakan industri yang menarik bagi negara berkembang. Jepang menggunakan pembuatan kapal pada 1950-an dan 1960-an untuk membangun kembali struktur industrinya. Korea Selatan membangun pembuatan kapal sebagai industri strategis pada 1970-an dan Republik Rakyat Cina sekarang dalam proses untuk mengulangi model-model tersebut dengan investasi besar yang didukung negara dalam industri ini.
Sebagai hasilnya pembuatan kapal dunia menderita dari kelebihan kapasitas, harga yang tertekan (meskipun industri ini mengalami kenaikan harga dalam periode 2003-2005 dikarenakan permintaan yang kuat untuk kapal baru yang melampaui peningkatan biaya aktual), keuntungan margin rendah, distorsi perdagangan dan subsidi yang menyebar luas. Segala usaha telah dicoba untuk mengatasi masalah ini dalam OECD namun gagal, dengan persetujuan internasional pembuatan kapal 2004 yang tidak pernah dilaksanakan dan negosiasi pada 2003-2005 ditunda pada Oktober 2005 setelah ketiadaan kesepakatan.
Pada 2003, Komunitas Eropa membawa Korea Selatan ke WTO, dalam rangka mengatasi subsidi terhadap galangan Korea. WTO menemukan bahwa Bank Ekspor/Impor Korea telah, dalam beberapa kasus individual, menyediakan subsidi yang terlarang ke galangan Korea yang menjelaskan kesuksesan besar dari galangan Korea dalam pasar dunia. Korea Selatan memiliki permintaan yang sangat terbatas di dalam negeri untuk kapal dagang dan oleh karena itu mengejar target pasar internasional seara agresif di mana pemilik kapa Eropa mendominasi. Pembuat kapal Korea menawarkan kapal di bawah biaya konstruksi dan mengkompensasikan kerugian tersebut mealalui subsidi dan cara yang meningkatkan cash flow sementara. Korea merupakan rumah bagi tiga pembuat kapal terbesar dunia (Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering, Hyundai Heavy Industry, dan Samsung Heavy Industries), yang memasok hampir setengah dari pemesanan global.
Pasar pembuatan kapal dunia akan terus berlanjut tak seimbang selama tidak ada rezim perdagangan internasional dibentuk

Thursday, September 5, 2013

PIP SEMARANG (Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang)

P R O F I L E

http://www.pip-semarang.ac.id/

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang adalah Pendididkan tinggi negeri milik Kementrian Perhubungan RI dan telah masuk White List di Internasional Maritime Organization tahun 2000. Mengemban tugas mendididk dan melatih pemuda − pemudi lulusan sekolah lanjutan tingakat atas (SLTA) di bidang pelayaran dan kepelabuhanan menjadi PERWIRA PELAYARAN BESAR dan TENAGA AHLI ANGKUTAN LAUT / KEPERLABUHANAN guna memenuhi kebutuhan armada angkutan laut Nasional maupun Internasional. Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang yang sebelumnya bernama BPLP mulai tahun akademik 1995 / 1996 membuka progam diklat kepelautan dan kepelabuhanan Diploma IV berhak diberikan jenjang pendidikan professional. Lulusan Progam Diploma IV berhak diberikan gelar akademik sarjana sains terapan pelayaran di singkat S.S.T.Pel.
Dengan adanya peningkatan / kemajuan yang meliputi aspek progam pendididkan, tenaga pengajar, sarana & prasarana, maka sejak tahun 1951 terjadi perubahan kelembagaan hingga menjadi Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang pada tahun 1999 sebagai berikut :
1. Tahun 1951 − 1955 bernama Sekolah Pelayaran Semarang disingkat SPS, lama pendidikan 3 tahun.
2. Tahun 1955 − 1975 bernama Sekolah Pelayaran Menengah Semarang disingkat SPm Semarang , lama pendididkan 3 tahun.
3. Tahun 1974 − 1979 bernama Pendidikan Perwira Pelayaran Besar disingkat P3B Semarang, lama pendidikan 2,5 tahun.
4. Tahun 1979 − 1995 bernama Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran (BPLP) Semarang dengan progam Starta A ( setara Diploma III ) , lama pendidikan 3 tahun. Tahun 1995 meningkatkan pogam menjadi Diploma IV, lama pendididkan 4 tahun.
5. Tahun 1999 berdiri Politeknik Ilmu Pelyaran berdasarkan keputusan Menteri Perhubungan No.KM.81 Tahun 1999 tanggal 13 Oktober 1999 dan KM.70 tahun 2002 tentang Organisasi dan tata kerja PIP,dengan Progam Diploma IV,lama pendidikan 4 tahun.